Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Arsitektur. Muhammad Abdul Aziz, mahasiswa angkatan 2022, berhasil meraih Juara 1 tingkat nasional dalam Sayembara Desain Fasad Arsitektur: Future Arcologies for Self-Sustaining Building.
Sayembara ini diselenggarakan oleh Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta bekerja sama dengan Perafi (Perkumpulan Ahli Fasad Indonesia), dan merupakan bagian dari rangkaian acara bergengsi GAFA 2025 (Glasstech Asia & Fenestration Asia 2025).
Karya Muhammad Abdul Aziz yang berjudul “Paper Slice Tower” mengusung konsep fasad adaptif dan berkelanjutan untuk bangunan mixed-use setinggi 15 lantai yang berlokasi di kawasan Menteng, Jakarta. Desain ini memadukan teknologi inovatif dengan prinsip arsitektur hijau sebagai respons terhadap tantangan iklim tropis perkotaan. Berbeda dari pendekatan second skin konvensional, fasad yang dirancang dalam karya ini merupakan bagian integral dari sistem bangunan. Fasad berfungsi sebagai strategi pendinginan pasif (passive design cooling response) yang aktif dalam mengelola panas dan energi. Pendekatan ini menegaskan bahwa selubung bangunan tidak hanya berperan sebagai pelindung pasif, tetapi dapat berkembang menjadi sistem adaptif yang berkontribusi langsung terhadap efisiensi energi. Melalui konsep fasad adaptif tersebut, “Paper Slice Tower” menawarkan solusi nyata dalam mitigasi efek Urban Heat Island serta peningkatan kenyamanan termal di lingkungan perkotaan beriklim tropis yang padat dan menantang.
Pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi mahasiswa yang bersangkutan, tetapi juga menunjukkan kualitas dan daya saing mahasiswa Program Studi Arsitektur di tingkat nasional, khususnya dalam pengembangan gagasan arsitektur berkelanjutan dan inovatif.




